Home About
Mistika & Logika November 27, 2025

Keseluruhan perjalanan dalam se-SAJEN

Keseluruhan perjalanan dalam se-SAJEN

Keseluruhan perjalanan dalam Sa-ajian: Petualangan Fadey dan Fadey:


Sa-ajian (Sajen): Jejak Epistemologi, Filosofi, dan Sejarah dalam Gelombang Energi Nusantara


Pada sepotong daun pisang yang menanggung sejumput nasi, aku membaca peta kerinduan manusia kepada semesta. Di sanalah perempuan tua menaruh doa, lelaki muda menaruh harap, dan angin menyimpan kenangan tentang petir di rahim langit.”


Dari desa Pelangi yang tenang hingga punggung hutan Schumann, Fadey Awan dan Fadey Pelangi menapaki jejak leluhur melalui ritual sajen. Butir padi ajaib, daun pisang yang berbisik, dan harum dupa yang merangkum doa. Setiap bab membuka tabir dari akar Sanskerta “yajña” yang melebur jadi tradisi slametan Jawa-Islam, hingga gema resonansi bumi 7,83 Hz yang selaras dengan gelombang hati manusia. Dalam kunjungan ke Pura Besakih, Majapahit, dan Lembah Serayu, anak-anak belajar bahwa sajen bukan sekadar persembahan fisik, melainkan jembatan energi yang menautkan manusia, alam, dan waktu.


Sejak gelombang Islamisasi, istilah “slametan” (serapan Arab salāmah: keselamatan) menggantikan yadnya tanpa menghapus substrat metafisiknya simbol in-between yang dirajut menjadi “Islam Kejawen”.


Kisah tentang nasi kucing, makanan kecil simbol kemelaratan tapi juga kegetiran harap. Di tangan rakyat, sajen bukan sekadar uba-rampe; ia “tanda baca” di tengah kalimat panjang sejarah. “Apa pun yang kau persembahkan, persembahkanlah dirimu. Rupa-rupa dedaunan sekadar bahasa bunga.”



Maka sajen menjadi tanda tanya yang menggemakan cahaya,

"Aku bakar dupa pada perjamuan sunyi, asapnya menulis aksara Tuhan di udara."



Sa-ajian adalah dialog antara yajña dan “ajaran tunggal” Nusantara.


Persembahan adalah resonansi menyatukan bio-field manusia, gelombang bumi, dan bahasa simbolik benda.


Sejarah, Ia berubah rupa namun tidak lenyap; dari sawah Dewi Sri hingga Instagram live-stream ruwatan urban.


Ilmiah-Spiritual: Penelitian ELF, coherence jantung, dan biofield membuka pintu metodologis guna membaca ulang “mistik” sebagai fenomena terukur tanpa mereduksi rasa.



Di tiap butir beras yang kausuguhkan, tersembunyi peta bintang dan detak jantung bumi.



Petualangan mereka membawa pemahaman ilmiah, biofield manusia merekam koherensi energi saat niat tulus dilantunkan, dan resonansi quantum dalam doa suku Asmat membuktikan kekuatan getaran spiritual.


Sejarah berbalut legenda dari Sumpah Palapa hingga Proklamasi Kemerdekaan. Meneguhkan bahwa sajen selalu menjadi simbol harapan dan persatuan, bahkan di kala gelap kolonialisme dan bencana alam.


Festival Cahaya Semeru dan Upacara Pasewali Tana Toa menghadirkan data nyata. Partisipasi kolektif melahirkan kohesi sosial hingga 85 %, menegaskan bahwa toleransi dan kebersamaan adalah denyut nadi peradaban.



Kita terhubung oleh energi yang mengalir di antara kita dan alam.


Ingatlah selalu:

Sekarang, ambil pena dan tulis kisahmu sendiri. Buatlah sajen istimewa untuk semesta di sekitarmu. Setiap lukisan, puisi, atau sekadar senyuman adalah persembahan yang bisa mengubah dunia.



Akhir kisah bukan penutup, melainkan pintu gerbang babak baru. Fadey & Fadey mengajak kita menyusun sajen hati tindakan kecil yang menggetarkan dunia.


Dengan hati terbuka, setiap anak dapat mendengar bisikan daun, merasakan detak bumi, dan menulis cerita sendiri suara hati bukan hanya dalam bisikan, melainkan riak elektromagnetik yang dapat diukur.


“Dengar, Nak, bahwa suara paling murni keluar dari kesunyian dalam diri kita.”


Merangkum satu pesan abadi, kecil atau sederhana, setiap niat tulus adalah energi semesta yang menyalakan cahaya harapan.

Share this: