NEGERI OMONG KOSONG: Membongkar Akal-Akalan, dan Menjaga Akal Sehat
Cara Membaca Bohong, Membongkar Akal-Akalan, dan Menjaga Akal Sehat. Mula-mula orang bohong karena takut. Lalu bohong karena perlu. Lama-lama bohong karena terbiasa. Sesudah itu, ia tidak lagi merasa sedang memutarbalikkan kenyataan. Ia merasa sedang mengelola keadaan. Di situlah bahaya besar dimulai, “ketika dusta tidak lagi terasa seperti dosa, melainkan seperti keterampilan”. Kutulis ini untuk membongkar mekanisme itu. Bukan untuk mengajari orang jadi pembohong yang lebih canggih. Bukan untuk memberi lisensi curiga pada semua orang. Tapi agar rakyat biasa, orang rumah, pegawai, buruh, mahasiswa, wartawan, aktivis, pedagang, siapa pun yang hidup di tengah banjir omongan, punya satu alat sederhana: cara memeriksa cerita tanpa jadi dungu, tanpa juga jadi bengis.